Pemilihan calon anggota Paskibraka adalah salah satu bentuk kegiatan pembinaan dan pengembangan pemuda, penanaman nilai-nilai ketertiban, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, nasionalisme dan kepemimpinan. Hal tersebut disampaikan oleh Arif Haryono, S.H., Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga Kabupaten Sleman, pada acara pembukaan Seleksi Calon Paskibraka 2013, di Gedung Unit I Kabupaten Sleman (9/4).
Seleksi Paskibraka Kabupaten Sleman akan berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 9 April sampai dengan tanggal 11 April 2013, dengan jumlah peserta sebanyak 180 Orang, terdiri dari 92 orang siswa laki-laki dan 88 orang siswa perempuan.
Lebih lanjut Arif menyampaikan seleksi paskibraka ini akan memilih 4 (empat) peserta laki-laki dan 4 (empat) peserta perempuan, untuk di kirim mewakili Kabupaten Sleman mengikuti pemilihan calon paskibraka tingkat Nasional di DIY tahun 2013. Selain itu juga memilih 18 orang peserta laki-laki dan 18 orang peserta perempuan untuk di latih menjadi paskibraka Kabupaten Sleman tahun 2013 dengan cadangan masing-masing 3 laki-laki dan 3 perempuan.
Seleksi Paskibraka juga dimaksudkan untuk menyemarakkan peringatan hari Pendidikan Nasional dan Hari Jadi ke 97 Pemerintah Kabupaten Sleman, dan sekaligus persiapan penyelenggaraan upacara peringatan detik-detik proklamasi ke 68 Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 2013.
Acara tersebut di buka secara resmi oleh Dra. Hj. Suyamsih, M.Pd., Asisten Sekda Bidang Pembangunan, mewakili Bupati Sleman. Dalam sambutannya Suyamsih mengatakan, bahwa penyelenggaraan pemilihan Calon Paskibraka ini merupakan salah satu upaya kita untuk mendapatkan Paskibraka yang memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan, sehingga pelaksanaan upacara 17 Agustus nanti berjalan lancar, khidmat dan tertib.
Selain itu, melalui pemilihan calon Paskibraka ini, diharapkan akan terpilih calon Paskibraka yang dapat membawa nama harum Kabupaten Sleman, sebagai Paskibraka tingkat Propinsi bahkan terpilih menjadi Paskibraka Nasional. Terlebih, hampir setiap tahun, calon Paskibraka Kabupaten Sleman senantiasa terpilih menjadi wakil DIY, untuk menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di Istana Merdeka.
Selain harus didukung dengan kondisi fisik dan kesehatan yang prima, seorang anggota Paskibraka juga harus memiliki rasa nasionalisme, wawasan, pengetahuan, ketrampilan dan kedisiplinan yang tinggi. Hanya Calon Paskibraka yang memenuhi semua persyaratan saja yang nantinya akan bisa mewakili Kabupaten Sleman di tingkat propinsi dan bahkan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta di upacara 17 Agustus tingkat nasional di Jakarta.
Dengan demikian kegiatan Paski¬bra¬ka ini merupakan salah satu kegiatan yang bermanfaat untuk menambah wawasan, meningkat¬kan kedisiplinan, serta memperkuat rasa patriotisme dan nasionalisme.
Oleh karena itu, mengingat demikian pentingnya seleksi ini, Suyamsih berharap agar kegiatan seleksi Calon Paskibraka ini dilakukan dengan penuh kesungguhan dan senantiasa mengutamakan obyektivitas. Kepada Tim Penyeleksi, Suyamsih berpesan untuk melakukan penilaian seobjektif mungkin, agar hasil yang didapat nanti benar-benar berkualitas. Para anggota Paskibraka yang terpilih nanti sukses membawa misi sebagai anggota Paskibraka dan ikut mengharum¬kan nama sekolah, nama daerah bahkan nama bangsa, harap Suyamsih lebih lanjut.
Diharapkan agar anggota Paskibraka yang lolos seleksi nantinya, benar-benar memiliki kemam-puan intelektual, kepribadian, kedisiplin¬an, pengetahuan serta keterampilan dalam berba¬hasa asing yang memadai. Untuk itu seorang anggota Paskibraka harus mampu berkomunikasi dalam bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Meng¬ingat seorang anggota Paski¬braka yang terpilih mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta juga akan mejadi duta belia bangsa. Seorang anggota Paskibraka, juga dituntut untuk memiliki wawasan kebangsaan, memegang teguh nilai-nilai Pancasila, termasuk pemahaman terhadap UUD 1945.
Dengan memiliki wawasan kebangsaan yang tinggi, para anggota Paskibraka dapat menjadi agen pemersatu bangsa.
Untuk itu saya berharap dari kegiatan ini mampu menciptakan generasi muda yang dapat melestarikan komitmen berbangsa dan bernegara sebagai wujud rasa cinta terhadap negara kesatuan Republik Indonesia, tegas Suyamsih mengakhiri sambutannya
