Sleman Road Show Pembentukan Forum Anak Desa

Sleman (KLA.or.id) – Tersedianya Wadah Partisipasi Anak di tingkat Desa menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan Desa Ramah Anak di Kabupaten Sleman.

Dalam rangka pemenuhan hak partisipasi anak, sekaligus sebagai implementasi Peraturan Menteri Negara  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 03 Tahun 2011 tentang Kebijakan Partisipasi Anak Dalam Pembangunan, secara mantap dan nyata maka tahun 2018  ini Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengalokasikan anggaran untuk memfasilitasi Pembentukan Forum Anak Desa di 17 Desa yang ada di wilayah Kabupaten Sleman.

Kegiatan Pembentukan Forum Anak Desa dilaksanakan secara road show sejak tanggal   15 Januari  2018  berawal di Desa Caturharjo dan Desa Trimulyo Sleman, dan berakhir pada tanggal tanggal 24 Januari 2018 di Desa Sumberagung Moyudan dan Desa Sendangrejo Minggir. Pembentukan Forum Anak Desa diikuti oleh 25 anak yang berasal dari perwakilan tiap dusun yang ada di wilayah desa yang bersangkutan.

Pembentukan Forum Anak di 17 Desa dipandu oleh Arif Winarko dari Yayasan SAMIN dan Rizal Rusadi dari Fasilitator Forum Anak Nasional. Proses Pembentukan Forum Anak Desa diawali dengan paparan dari Dinas P3AP2KB tentang Pengembangan Forum Anak di Kabupaten Sleman, selanjutnya fasilitator berbagi informasi tentang manfaat dan pentingnya Forum Anak, dan cara membangun organisasi yang baik.

Sesi berikutnya adalah Pemilihan Pengurus Forum Anak Desa. Pada sesi ini anak-anak belajar menjalankan proses demokrasi. Kepengurusan Forum Anak Desa akan ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Desa setempat.

Sampai saat ini telah terbentuk 36 (tiga puluh enam)  Forum Anak Desa di wilayah Kabupaten Sleman. Masing-masing adalah Forum Anak Desa: Caturharjo, Trimulyo, Minomartani, Sariharjo, Glagaharjo, Argomulyo, Wukirsari, Bimomartani, Candibinangun, Balecatur, Sidoarum, Margodadi, Sumberharjo, Pondokrejo, Sumberagung, Sendangrejo, Umbulharjo, Kepuharjo, Wonokerto, Bangunkerto, Sendangtirto, Tridadi, Triharjo, Pandowoharjo, Mororejo, Trihanggo, Condongcatur, Donoharjo, Tirtoadi, Sardonoharjo, Sinduharjo, Sukoharjo, Purwomartani, Tirtomartani, Tamanmartani, dan Selomartani.

Semoga dengan memadainya jumlah wadah partisipasi anak di Kabupaten Sleman ini, juga berfungsi menjadi media bagi anak-anak kita melakukan kegiatan-kegiatan positif untuk tumbuh kembang yang optimal. Sehingga diharapkan permasalahan-permasalahan anak di Kabupaten Sleman menjadi berkurang. (seksipha)

MENGGAPAI ASA KLA NINDYA

Komitmen Kabupaten Sleman untuk mencapai Kabupaten Layak Anak tingkat Nindya di tahun 2018 ini sudah bulat, Segala upaya untuk mendukung KLA ini dilakukan oleh semua sektor terkait. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Dinas pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di SD dan SMP dengan materi Pencegahan Bullying dan Pencegahan Pornografi sebanyak 20 sekolah menyebar di 17 Kecamatan

Sasaran kegiatan sosialisasi SRA adalah, pendidik, komite sekolah, orang tua murid, pendamping kegiatan ekstra kurikuler sekolah, penjaga sekolah dan siswa. Kegiatan SRA tahun 2018 ini sudah dimulai dari tanggal 22 Januari dan akan berakhir tanggal 6 Februari 2018. Kegiatan tersebut didukung 3 narasumber. Dinas Pendidikan dengan materi Program SRA, Binmas Polres Sleman materi Pencegahan Pornografi, dan Lembaga SPPA dengan materi Pencegahan Bullying.

Kolaborasi 3 materi tersebut sangat mendukung untuk memberikan pemahaman dan perlindungan kepada anak-anak dalam rangka pengembangan Sekolah Ramah Anak tuk menuju Kabupaten Layak Anak.

Sosialisasi Desa Ramah Anak di Bimomartani

Sebanyak 50 orang yang terdiri dari Perangkat Desa, Kader dan Tokoh Masyarakat bertempat di Balai Desa Bimomartani Kecamatan Ngemplak pada Kamis siang (28/12) mengikuti Sosialisasi Desa Ramah Anak. Kegiatan ini merupakan inisiatif mandiri Desa Bimomartani yang bermaksud mewujudkan Desa Ramah Anak. Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman dan Fasilitator PATBM.

Sosialisasi ini merupakan langkah awal menuju Desa Bimomartani Ramah Anak. Hal ini patut diapresiasi mengingat tumbuhnya kesadaran perlindungan dan pemenuhan hak anak berasal dari inisiatif mandiri. Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman menyambut baik tumbuhnya kesadaran akan arti penting perlindungan dan pemenuhan hak anak, terlebih lagi Desa memiliki potensi dan sumberdaya dalam mewujudkannya.

Narasumber dari Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman menyampaikan gambaran umum tentang bagaimana dan hal-hal apa saja yang harus dipenuhi dalam mewujudkan Desa Ramah Anak, antara lain : Pemahaman Hak Anak, Profil Anak Desa, Gugus Tugas Desa Layak Anak, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak, Forum Anak Desa dan Ruang Bermain Ramah Anak. Selanjutnya dari Desa Ramah Anak muara yang diharapkan adalah terwujudnya Keluarga Ramah Anak di Desa Bimomartani.

Bapak Nyadi Kasmoredjo selaku Fasilitator PATBM lebih banyak mengajak peserta untuk melakukan studi kasus. Peserta diajak memetakan permasalahan anak, akar permasalahan dan siapa saja pihak-pihak yang harus bertanggungjawab dalam perlindungan anak. Melalui studi kasus diharapkan pemahaman peserta tentang Desa Ramah Anak menjadi lebih jelas. Tidak diragukan lagi baik pihak Desa, Kader maupun Tokoh Masyarakat tanpa adanya lembaga khusus telah melaksanakan perlindungan anak. Namun, satu hal yang menjadi catatan yaitu berulangnya kasus kekerasan terhadap anak terjadi dikarenakan upaya perlindungan anak belum dilaksanakan secara terstruktur dan terlembaga sehingga kurang maksimal.

Peserta berdiskusi pemetaan permasalahan anak di Desa Bimomartani

Peserta berdiskusi pemetaan permasalahan anak di Desa Bimomartani

 

 

 

 

 

 

 

Sebagai langkah tindak lanjut dari Sosialisasi Desa Ramah Anak, selanjutnya di Desa Bimomartani berkenan untuk segera dibentuk Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak serta Forum Anak Desa. Dibentuknya lembaga-lembaga tersebut diharapkan dapat mewujudkan Desa Bimomartani Ramah Anak.

 

Penyerahan Penghargaan Kecamatan Layak Anak dan Sekolah Ramah Anak

Pada hari Kamis tanggal 21 Desember 2017 bertempat di Ruang Rapat Lantai III Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman diselenggarakan acara Penyerahan Penghargaan Kecamatan Layak Anak dan Sekolah Ramah Anak. Penyerahan penghargaan diberikan kepada Kecamatan maupun sekolah berperingkat 5 Besar dan yang memiliki unggulan inovasi di bidang tertentu, diawali sebelumnya melalui tahap evaluasi dan verifikasi. Penyerahan penghargaan diberikan langsung oleh Bupati Sleman Bapak Drs. H. Sri Purnomo M.Si, didampingi oleh Wakil Bupati Sleman Ibu Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes. di hadapan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah se-Kabupaten Sleman.

Evaluasi rutin setiap tahun merupakan upaya Kabupaten Sleman untuk menjamin keberlanjutan Pengembangan Kecamatan Layak Anak dan Sekolah Ramah Anak melalui Dinas P3AP2KB dengan menggunakan indikator penilaian Kecamatan Layak Anak dan Sekolah Ramah Anak. Evaluasi bertujuan untuk mengukur perkembangan implementasi perlindungan dan pemenuhan hak anak baik di kecamatan maupun di sekolah.

Kecamatan dan Sekolah yang masuk dalam peringkat 5 besar hasil evaluasi diberikan reward berupa piagam penghargaan, thropy dan uang pembinaan dari Bupati Sleman. Disamping itu bagi kecamatan dan sekolah yang memiliki keunggulan inovasi diberikan piagam penghargaan khusus.

Bupati Sleman menyerahkan penghargaan peringkat 5 Besar Kecamatan Layak Anak kepada Camat

Berikut ini daftar prestator dalam Evaluasi Kecamatan Layak Anak :

No Kecamatan Keterangan
1 Kalasan Peringkat I Pengembangan Kecamatan Layak Anak Kabupaten Sleman Tahun 2017
2 Sleman Peringkat II Pengembangan Kecamatan Layak Anak Kabupaten Sleman Tahun 2017
3 Berbah Peringkat III Pengembangan Kecamatan Layak Anak Kabupaten Sleman Tahun 2017
4 Cangkringan Peringkat IV Pengembangan Kecamatan Layak Anak Kabupaten Sleman Tahun 2017
5 Seyegan Peringkat IVPengembangan Kecamatan Layak Anak Kabupaten Sleman Tahun 2017
6 Mlati Inovator Pengembangan Kecamatan Layak Anak Kluster I tentang Hak Sipil dan Kebebasan
7 Ngaglik Inovator Pengembangan Kecamatan Layak Anak Kluster II tentang Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif
8 Minggir Inovator Pengembangan Kecamatan Layak Anak Kluster III tentang Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan
9 Depok Inovator Pengembangan Kecamatan Layak Anak Kluster IV tentang Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Seni Budaya
10 Gamping Inovator Pengembangan Kecamatan Layak Anak Kluster V tentang Perlindungan Khusus
11 Tempel Inovator Pengembangan Kecamatan Layak Anak Kluster V tentang Perlindungan Khusus

Bupati Sleman menyerahkan penghargaan peringkat 5 Besar Sekolah Ramah Anak kepada Kepala Sekolah

Berikut ini daftar prestator dalam Evaluasi Sekolah Ramah Anak :

No Sekolah Keterangan
1 SDN Percobaan 3, Pakem Peringkat I Pengembangan Sekolah Ramah Anak Kabupaten Sleman Tahun 2017
2 SMPN 1 Kalasan Peringkat II Pengembangan Sekolah Ramah Anak Kabupaten Sleman Tahun 2017
3 SMPN 3 Kalasan Peringkat III Pengembangan Sekolah Ramah Anak Kabupaten Sleman Tahun 2017
4 SMPN 2 Ngemplak Peringkat IV Pengembangan Sekolah Ramah Anak Kabupaten Sleman Tahun 2017
5 SDN Tanjungtirto 1, Berbah Peringkat V Pengembangan Sekolah Ramah Anak Kabupaten Sleman Tahun 2017
6 SDN Kaliduren, Moyudan Pengembang Sekolah Ramah Anak dengan Unggulan Kebersihan Lingkungan dan Pola Hidup Bersaih dan Sehat (PHBS)
7 SMPN 3 Godean Pengembang Sekolah Ramah Anak dengan Unggulan Lingkungan Sekolah Hijau
8 SMPN 2 Kalasan Pengembang Sekolah Ramah Anak dengan Unggulan Penerapan Disiplin Tanpa Kekerasan
9 SMPN 1 Minggir Pengembang Sekolah Ramah Anak dengan Unggulan Pengelolaan Kantin Sehat
10 SDN Tlacap, Sleman Pengembang Sekolah Ramah Anak dengan Unggulan Membangun Kemitraan dalam Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak
11 MTsN 6 Sleman Pengembang Sekolah Ramah Anak dengan Unggulan Pengembangan Gerakan Literasi

Bupati Sleman menyerahkan penghargaan khusus bagi Kecamatan dan Sekolah yang memiliki unggulan inovasi tertentu kepada Camat dan Kepala Sekolah

FORANS “SRAWUNG KARO TETULUNG”

Banjir yang menerjang sebagian daerah di Kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Bantul membuat warga mengungsi mendadak guna mengamankan diri dari Bencana, yang mana mengakibatkan sebagian besar korban tidak bisa mengamankan harta benda miliknya. Menurut data yang di peroleh Forans , para korban memerlukan bantuan seperti bahan makanan dan pakaian pantas pakai. Sehubungan dengan hal tersebut Forans berinisiatif untuk menggalang bantuan dan memberikan perhatian kepada sesama , yang kegiatan ini diberi nama “Forans Srawung karo tetulung”.

Tujuan dari bantuan ini adalah membantu dan meringankan beban para korban banjir di Imogiri Bantul, mengasah ketajaman sosial Forum Anak Sleman agar memiliki respon tinggi terhadap permasalahan di sekitarnya, membantu anak-anak korban bencana dengan Trauma Healing dan mengimplementaikan tugas Forum Anak sebagai Pelopor dan Pelapor
Bantuan dari para donatur yang akan disalurkan kepada para korban berupa pakaian, perlengkapan ibadah, perlengkapan sekolah, selimut, pembalut, popok bayi, sembako, susu, Makanan Bayi dan berbagai , Makanan ringan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 1 Desember 2017 bertempat di Desa Sriharjo dan Desa Kedungmiri, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.